Wednesday, February 11, 2015

Mengenal Ikan gapi (Poecilia reticulata Peters)



Ikan gapi (Poecilia reticulata Peters) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang banyak digemari oleh masyarakat. Ikan ini pada awalnya berasal dari Trinidad, Barbados, Guyana, Brazil, dan Asia Tenggara. Ikan ini mempunyai toleransi yang tinggi terhadap kondisi perairan yang kurang baik sehingga memungkinkan untuk hidup normal di parit, saluran air, sungai dan perairan tawar lainnya (Nelson 1984). Bentuk tubuhnya memanjang serta pipih secara lateral pada bagian ekor. Panjang ikan jantan dapat mencapai 3.5 cm dan betina 6 cm (Lesmana & Dermawan 2001). Kisaran temperatur 25-29°C adalah kisaran optimal untuk pemeliharaan. Ikan ini tidak mudah terpengaruh oleh penurunan temperatur mendadak.

Sirip-sirip ikan ini terutama yang jantan memiliki kombinasi warna yang sangat cantik dan menarik. Begitu pula sirip ekornya, diantaranya ada yang mirip kipas, membulat, ataupun melebar (Lesmana & Dermawan 2001). Sedangkan yang betina warna tubuh dan sirip ekornya buram. Disamping itu yang membedakan antara jantan dan betina adalah ukuran tubuhnya. Ikan jantan umumnya memiliki ukuran maksimum lebih kecil dibandingkan dengan yang betina. Secara spesifik ikan jantan memiliki gonopodium yang merupakan modifikasi sirip anal tempat saluran sperma, sedangkan betina ditandai dengan terlihatnya bintik hitam pada lubang urogenital (Iwasaki 1989).

Ikan gapi termasuk salah satu jenis ikan yang cepat berkembang biak (Iwasaki 1989), sehingga dapat kawin pada umur sekitar satu bulan. Untuk mencegah terjadinya perkawinan yang liar umumnya anak-anak ikan gapi harus dipisahkan pada saat telah dapat diamati perbedaan jantan dan betina.

Ikan ini termasuk jenis ovovivipar (Kirpichnikov 1981). Telur yang telah dibuahi diinkubasi dalam tubuh induk kemudian dilepaskan ke air dalam bentuk larva yang sudah menyerupai induknya. Sehingga larva ini sudah dapat aktif bergerak dan aktif mencari makan sendiri. Pada saat ikan betina bunting, bagian belakang sirip analnya terlihat gelap dan bagian perut terlihat membesar (Migdalski dan Fitcher 1983).

Fekunditas telur ikan gapi termasuk rendah, dan periode melahirkannya sangat singkat sekitar 20-25 hari. Menurut Axelrod et al. (1988) ikan gapi betina melahirkan anak dengan interval waktu 22 hari setelah perkawinan pada suhu 27°C dengan cahaya yang cukup. Selain itu ikan gapi betina mampu menyimpan telur untuk jangka waktu yang lama dalam oviduk, sehingga dari satu kali perkawinan dapat melahirkan anak sampai beberapa kali. Jumlah anak yang dilahirkan sangat bervariasi mulai 6-60 ekor bergantung pada ukuran tubuh dan kondisi tempat pemeliharaannya. Sementara menurut Fernando dan Phang (1985) dari satu perkawinan ikan gapi dapat melahirkan tiga kali dengan jarak antar kelahiran lebih kurang satu bulan.

Thursday, February 5, 2015

Sekilas Tentang Biologi Udang galah (Macrobrachium rosenbergii)



Udang galah (Macrobrachium rosenbergii de Man) merupakan spesies dari ordo Decapoda, famili Palaemonidea yang sering disebut “giant freshwater prawn”, dalam siklus hidupnya secara alami memerlukan lingkungan perairan perairan tawar dan payau (Toro & Sugiarto 1979), yang menempati dua habitat yaitu tingkat pascalarva sampai dewasa menghuni perairan air tawar seperti sungai, danau, dan kolam, sedang fase larva sampai mencapai akhir masa metamorfosis menghuni perairan payau yang dipengaruhi oleh pasang surut (Ling 1967).

Siklus hidup udang galah dimulai dari telur-telur yang telah terbuahi dan dierami induknya selama 19-21 hari dan menetas menjadi larva. Udang dewasa akan memijah dan melepaskan telurnya di perairan tawar atau payau dan larva yang baru menetas tersebut akan menuju muara sungai. Apabila dalam waktu tiga hari tidak mencapai perairan payau, larva akan mati (Wickins 1976). Untuk mencapai tingkatan pascalarva, larva dalam perkembangannya rata-rata membutuhkan waktu 45 hari atau harus melalui 11 kali metamorfosis, dimana setiap tahapnya terjadi pergantian kulit serta diikuti dengan perubahan struktur morfologis. Setelah melewati stadia 11x metamorfosis, larva akan berubah bentuk menjadi juvenil yang secara morfologis bentuknya seperti udang dewasa tetapi ukurannya lebih kecil, dan memerlukan lingkungan air tawar sampai menjadi dewasa (Daniel et al. 2001).
Gambar 1. Siklus hidup udang galah (Macrobrachium rosenbergii de Man).


Untuk membedakan antara udang galah jantan dan betina terdapat beberapa ciri yang dapat digunakan antara lain bentuk badan, letak alat kelamin, dan bentuk serta ukuran dari pasangan kaki jalan ke dua. Bentuk badan udang galah jantan di bagian perut lebih ramping dan ukuran pleuronnya lebih pendek, sedangkan udang galah betina bagian perutnya lebih melebar dan pleuron sedikit memanjang. Letak alat kelamin udang galah jantan terdapat pada basis pasangan kaki jalan ke lima, sedangkan untuk udang galah betina, alat kelamin terletak pada basis pasangan kaki jalan ke tiga. Bentuk dan ukuran kaki jalan kedua udang galah jantan sangat mencolok, yakni besar dan panjang mirip galah, sedangkan betinanya lebih kecil dan tidak mencolok (Ling 1967; Sherman dan Sherman 1976; Hadie dan Hadie 1993).

Friday, January 2, 2015

Sekilas Tentang Nipah (Nypa fruticans)

Nipah (Nypa fruticans) dikenal sebagai tanaman serbaguna yang hidup di rawa payau di daerah pesisir. Secara tradisional daunnya digunakan sebagai atap rumah penduduk, buahnya yang seperti kolang-kaling sering dijadikan tambahan minuman penyegar dan manisan, niranya disadap dan dapat diolah menjadi gula (Ambarjaya 2007). Nipah tumbuh subur pada daerah payau yang dipengaruhi pasang surut, terutama sekali di muara sungai dan di belakang hutan bakau. Terkadang jenis ini hidup sebagai kelompok sejenis yang sangat rapat. Nipah tersebar di Asia Tenggara terutama Malaysia, Indonesia (Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua), Papua Nugini, Filipina, Australia, dan Kepulauan Pasifik Barat. Tanaman nipah tumbuh subur di hutan daerah pasang surut (hutan mangrove) dan daerah rawa-rawa atau muara-muara sungai yang berair payau. Di Indonesia, luas daerah tanaman nipah adalah 10 persen atau 700 000 hektar dari luas daerah pasang surut sebesar 7 000 000 hektar. Populasi nipah diperkirakan sekitar 8 000 pohon per hektar sehingga dari luas areal tanam yang ada sekarang terdapat 5.6 miliar pohon.