Nipah
(Nypa fruticans)
dikenal sebagai tanaman serbaguna yang hidup di rawa payau di daerah pesisir.
Secara tradisional daunnya digunakan sebagai atap rumah penduduk, buahnya yang
seperti kolang-kaling sering dijadikan tambahan minuman penyegar dan manisan,
niranya disadap dan dapat diolah menjadi gula (Ambarjaya 2007). Nipah tumbuh
subur pada daerah payau yang dipengaruhi pasang surut, terutama sekali di muara
sungai dan di belakang hutan bakau. Terkadang jenis ini hidup sebagai kelompok
sejenis yang sangat rapat. Nipah tersebar di Asia Tenggara terutama Malaysia,
Indonesia (Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua), Papua Nugini, Filipina,
Australia, dan Kepulauan Pasifik Barat. Tanaman nipah tumbuh subur di hutan
daerah pasang surut (hutan mangrove) dan daerah rawa-rawa atau muara-muara
sungai yang berair payau. Di Indonesia, luas daerah tanaman nipah adalah 10
persen atau 700 000 hektar dari luas daerah pasang surut sebesar 7 000 000
hektar. Populasi nipah diperkirakan sekitar 8 000 pohon per hektar sehingga
dari luas areal tanam yang ada sekarang terdapat 5.6 miliar pohon.
Home » All posts
Friday, January 2, 2015
Wednesday, December 24, 2014
Siklus Hidup Kijing (Anodonta woodiana)
Pada kijing
(Anodonta woodiana), sel telur
yang sudah dibuahi oleh sperma akan menetas menjadi glokidia. Glokidia ini akan
keluar dari induknya dengan cara meninggalkan insang melalui rongga
suprabrankial dan sifon inhalant. Glokidia ini selanjutnya akan jatuh ke dasar
perairan atau terbawa arus air. Bila ada ikan berenang dekat dasar perairan,
maka glokidia akan menempelkan kaitnya pada sirip ikan atau bagian permukaan
tubuh ikan. Tiap jenis kijing muda mempunyai satu atau beberapa jenis ikan
sebagai induk semangnya. Menurut Rheichard et al. (2006), ikan kelompok Cyprinidae merupakan inang yang
baik bagi A. woodiana karena memiliki hubungan simbiosis mutualisme
(saling menguntungkan). Glokidia kijing membutuhkan inang sebagai tempat
menempel untuk pertumbuhannya, sedangkan ikan menggunakan glokidia sebagai foster
parents (orangtua asuh) yang membantu perkembangan embrio mereka.
Penempelan glokidia menimbulkan reaksi inang
dengan tumbuhnya jaringan sekitar parasit dan membentuk siste (cyst) (Suwignyo
et al. 2005). Larva glokidia di
dalam siste hidup sebagai parasit, dengan mantelnya yang berisi phagocyte memakan
jaringan tubuh inang untuk pertumbuhannya. Beberapa jenis Unionidae memiliki
sifat parasit spesifik terhadap satu macam ikan inang (Smith 2001). Selama
periode parasit antara 10 sampai 30 hari terjadi metamorfosa menjadi anak
kijing. Akhirnya anak kijing keluar dari siste, jatuh ke dasar perairan dan
hidup di dasar perairan berlumpur dan berkembang menjadi dewasa. Pendapat ini
berbeda dari hasil penelitian Reichard et
al. (2006) tersebut di atas. Oleh karena itu, interaksi antara glokidia kijing dan inangnya selain bersifat
simbiosis mutualisme juga dapat bersifat parasitisme. Glokidia melekat pada
insang ikan inang dan encyst, yaitu glokidia dalam filamen insang ikan.
Kira-kira 3 minggu glokidia-glokidia tersebut jatuh dari insang dan menetap di
dasar dan berubah menjadi juvenil. Juvenil tersebut panjangnya mendekati 0.75
mm.
Thursday, December 18, 2014
Sekilas Mengenai Reproduksi Kijing (Anodonta woodiana)
Unionidae umumnya dioecious,
mempunyai sepasang gonad yang terletak berdampingan dengan usus. Beberapa diantaranya termasuk kijing yang berkelamin ganda, tetapi tidak dapat mengadakan
pembuahan sendiri (hermaprodit sinkroni) (Suwignyo et al. 2005). Saat masih
muda, jenis kelamin kijing dapat dibedakan berdasarkan ukuran cangkangnya.
Ukuran cangkang betina lebih tebal daripada jantannya. Namun pada saat kijing
mencapai usia dewasa maka dapat dibedakan dengan cara melihat gonadnya, yaitu
berwarna merah (berisi telur) pada betina dan putih (berisi sperma) pada
jantannya. Kijing famili ini tidak mengalami kopulasi karena fertilisasi
bersifat eksternal. Kijing betina
matang gonad setelah berumur 6 bulan (Hakim 2007). Kijing betina yang dalam
kondisi stadium matang gonad akan mengeluarkan telurnya ke dalam lembaran
insang. Pada subkelas lamellibranchia, gonoduct bermuara dalam rongga
suprabrankial. Kemudian kijing jantan yang berada di dekatnya akan melepaskan
sperma. Pembuahan terjadi dalam ruang suprabrankial. Sperma dibawa aliran air
masuk melalui sifon inhalant dan bersatu dengan sel telur.
Di daerah tropis, temperatur
air tidak terlalu berpengaruh pada gametogenesis, terutama aktivitas
spermatogenesis pada kijing jantan. Aktivitas gametogenesis dapat berlangsung
sepanjang tahun. Menurut Suwignyo et al. (2005), A. woodiana mudah
dikembangbiakkan. Kijing ini memiliki kemampuan reproduksi yang tinggi karena
dapat berkembang biak lebih dari sekali dalam setahun. A. woodiana di
Taiwan hanya memijah pada musim panas, namun di Indonesia jenis ini memijah
setiap saat sepanjang tahun dan tiap pemijahan mampu menghasilkan telur
317 287– 371 779 butir (Rahayu et al. 2009). Viabilitas telur hingga dibuahi
menjadi glokidia relatif tinggi, yaitu dapat mencapai 90%. Hal ini disebabkan
karena pembuahan terjadi di dalam insang kijing betina,
sehingga aman dari gangguan yang berasal dari lingkungannya.
Saturday, December 6, 2014
Mengenal Kijing (Anodonta woodiana)
Kijing
(Anodonta woodiana) famili Unionidae adalah moluska bivalvia akuatik yang dikenal
sebagai kijing air tawar. Famili ini tersebar di seluruh benua dan terdapat
paling beragam di Amerika Utara. Terdapat 18 genera di dalam famili Unionidae,
diantaranya adalah genus Anodonta. Beberapa spesies yang termasuk di dalam
genus Anodonta adalah A. calypigos, A. complinata, A. grandis, A.
suborbiculata, A. imbecilis, A. cygnea, A. anatina, A. californiensis dan A.
woodiana.
Di
Indonesia, A. woodiana merupakan alien spesies dari Taiwan sejak
tahun 1971 dan sudah lama dikenal penduduk serta memiliki potensi ekonomi dan
ekologi yang besar (Hamidah 2006). A. woodiana merupakan salah satu sumber
protein hewani, dengan kandungan nutrisi yang baik tercantum pada Tabel 1
(Hartono 2007). Bagian tubuh kijing ini juga digunakan sebagai bahan pakan
ternak dan obat penyakit kuning. Cangkangnya sebagai bahan industri kancing dan
penghasil mutiara air tawar (Suwignyo et
al. 2005). Kijing ini mempunyai peran ekologis karena dapat
mengurangi pencemaran lingkungan karena bersifat filter feeder. Menurut
Komarawijaya & Arman (2007) kijing jenis ini mampu menyerap kandungan total
padatan tersuspensi (TSS) sebesar 62.52% dan total padatan terlarut (TDS)
sebesar 37.07%.
Hasil
penelitian Krolak & Zdanowski (2001) menunjukkan bahwa A. woodiana
memiliki kemampuan sebagai bioakumulator sehingga dapat mengurangi kadar
logam berat di Danau Konin, Polandia. Kijing yang dipelajari adalah A. woodiana
yang hidup di dalam saluran pembuangan pembangkit tenaga listrik Patnow.
Konsentrasi logam berat terutama Cu, Zn, Pb dan Cd di dalam tubuh kijing ini,
lebih tinggi dibandingkan dengan yang terdapat di dalam waduk air tawar yang
tidak terpolusi oleh debu yang dihasilkan dari pembangkit tenaga listrik
tersebut. Kandungan Cu, Zn, Pb, dan Cd di dalam tubuh A. woodiana di
dalam saluran pembuangan berturut-turut 0.12 g m-3; 1.8 g m-3;
750 mg m-3, dan 1.3 mg m-3, sedangkan yang terdapat di
dalam waduk air tawar yaitu: 0.9 g m-3; 0.3 g m-3; 13 mg
m-3, dan 0.4 mg m-3.
Subscribe to:
Comments (Atom)